Yuk Dukung Transportasi dan Infrastruktur Nyaman Masyarakat Pelosok dengan SBN

transportasi-infrastruktur-pelosok
“74 Tahun sejak Merdeka, Masyarakat Seko Akhirnya Nikmati Infrastruktur Jalan”, demikian judul artikel online Fajar.co.id (25/06). Membaca artikel tersebut, ingatan saya langsung tertuju pada cerita dosen saya di Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar 2 tahun lalu. Beliau Muhammad Aminawar, salah satu dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan Peternakan, hampir tiap tahun melakukan pengabdian masyarakat di daerah Seko.

Seko adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Letaknya yang berada di pelosok pengunungan membuat akses jalan kesana sangat sulit. Sarana transportasi untuk mencapai daerah Seko, hanya dapat dilalui dengan jalur udara menggunakan pesawat perintis dan jalur darat menggunakan ojek dan mobil off-road (4WD). Jalur darat kondisinya sangat ekstrem; sempit, mendaki, dipenuhi tebing curang kanan kirinya, dan bertanah basah.

Tak ayal, perjalanan menggunakan ojek yang merupakan sarana transportasi utama masyarakat menghabiskan waktu 2-3 hari dengan ongkos selangit. Biaya sewa ojek dari perbatasan kota terdekat menuju Seko mencapai Rp 1-1,5 juta dengan jarak tempuh kurang lebih 126 km. Terkenal sebagai ojek termahal di Indonesia.

Kecamatan Seko sendiri memiliki populasi penduduk sekitar 14.000 jiwa dengan potensi kekayaan alam tidak sedikit. Produk utama yang sangat terkenal adalah beras organik Tarone dan Kopi Seko. Potensi peternakan juga tidak kalah. Dilansir GoodNews From Indonesia (27/07), terdapat sekitar 1.006 kerbau dan 800 sapi. Jumlah ini baru dari satu desa saja.

Pak Amin, begitulah sapaan akrab kami kepada beliau menceritakan betapa susah dan beratnya melakukan perjalanan, bertemu langsung, dan melakukan pengabdian masyarakat di daerah Seko. Untuk kesana, dari Makassar sampai Seko dibutuhkan waktu 4 hari.
transportasi-seko

Sungguh, perjuangan yang patut diacungi jempol. Dibalik usianya yang tidak muda lagi. Hampir mendekati kepala enam beliau tidak memprioritaskan melakukan penelitian maupun pengabdian masyarakat disana. Malu rasanya sebagai mantan mahasiswanya belum bisa berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan negara.

Kini, geliat pembangunan infrastruktur di daerah Seko mulai nampak. Pada tahun 2019 ini, Pemerintah Sulawesi Selatan telah memulai penimbunan dan pemadatan tanah jalan menuju Seko. Sumber anggarannya berasal dari APBD dan APBN. Salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam pembangunan Indonesia yang fokus pada infrastruktur.

Setidaknya ini menjadi angin segar bagi masyarakat Seko. Saya pun merasa gembira, namun tentu masyarakat Seko lebih berhak berbahagia atas dimulainya proyek ini. Di usia Indonesia 74 tahun ini menjadi kado terindah bagi mereka.

Transportasi dan Infrastruktur Dorong Pertumbuhan Ekonomi

infrastruktur-dorong-ekonomi
Pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah pelosok, terpencil, terjauh, dan terdepan Indonesia memang masih miris. Potret masyarakat Seko menjadi salah satu buktinya.

Untungnya, pemerintah sekarang tengah gencar-gencarnya melakukan pembangunan transportasi dan infrastruktur. Selain dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan ini juga efektif dalam mendorong konektivitas dan memudahkan aktivitas masyarakat.

Efek berantai (multiplayer effect) pembangunan infrastruktur menghubungkan pusat-pusat ekonomi, diantaranya sektor perdagangan, manufaktur, hotel, dan restoran. Mobilitas masyarakat yang nyaman juga turut memberikan kemudahan arus informasi, akses pendidikan, dan akses kesempatan kerja.

Sementara itu untuk daya saing infrastruktur Indonesia menurut catatan World Bank Group 2018 dilansir Ekon.go.id (27/10) semakin membaik, berada di peringkat 52 di tahun 2018. Selain itu, pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) optimis menembus 7,2% pada tahun 2023 dan 9,3% pada tahun 2030.

Lebih lanjut, pembangunan infrastruktur akan menciptakan pemerataan ekonomi. Indikasinya berupa turunnya angka gini rasio sebesar 3 poin. Angka kemiskinan juga akan turun sebesar 14,9%.

Yuk jadi Bagian dari Perubahan Indonesia yang Lebih Baik “Heroes of The Nation

Melihat besarnya peran dan dampak positif pembangunan transportasi dan infrastruktur yang begitu massif, dari manakah sumber-sumber pembiayaan didapatkan?

Bagi yang belum tahu ya. Sumber-sumber pembiayaan negara berasal dari pinjaman dan Surat Berharga Negara (SBN). Pinjaman ini terdiri dari pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri. Sementara itu, Surat Berharga Negara terdiri dari Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

"Apakah jika kebijakan pemerintah lebih banyak fokus kepada pembangunan infrastruktur, tidak akan membuat defisit anggaran?"

Nah Guys, disinilah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) hadir sebagai penyeimbang defisit APBN. Ditengah pembangunan infrastruktur, pendapatan negara juga masih terus dioptimalkan dari berbagai sektor yang ada.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah salah satu unsur pelaksana di Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan. DJPPR mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan pinjaman, hibah, surat berharga negara, dan risiko keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

DJPPR Mengelola Risiko Fiskal
Hubungan internasional di negara-negara dunia bisa berdampak pada perubahan ekonomi suatu negara. Apalagi jika hal itu terjadi pada ekonomi negara-negara maju, maka besar kemungkinan akan menyebabkan risiko fiskal. Meskipun trend ekonomi dunia secara umum membaik dan bergerak positif, namun langkah antisipatif perlu dilalukan. Kuncinya bahwa pengelolaan risiko harus dilakukan.

Mengapa perlu pengelolaan risiko?

Negara-negara yang belum mapan dan stabil secara ekonomi rawan untuk terkena dampak. Akibatnya, ketidakpastian ekonomi bisa saja terjadi di tahun-tahun selanjutnya. Beruntung, DJPPR telah bekerja untuk mengantisipasi ini.


Guys perlu diketahui ya, dalam pengelolaan risiko oleh DJPPR berusaha mengurangi dampak; yaitu (1) risiko perubahan ekonomi makro, (2) risiko pendapatan negara, (3) risiko belanja negara, (4) risiko pembiayaan anggaran, dan (5) risiko fiskal tertentu.
*
Nah, sebagai upaya untuk menyeimbangkan defisit dilakukan melalui dua opsi. Opsi pertama dengan melakukan pengajuan pinjaman ke luar negeri. Opsi terakhir melalui pembiayaan lainnya misalnya Surat Berharga Negara (SBN) ritel.
sbr-007
Adanya SBN ritel ini semacam menjadi obat dan jawaban atas kegalauan saya sebelumnya. Ternyata, untuk memberikan kontribusi dalam membangun negara bisa dilakukan dengan satu langkah kecil, namun pengaruhnya sangat besar. Apa itu? Mengikuti program investasi bagi negara.

Melalaui SBN ritel ini, kita sebagai individu warga negara bisa turut menjadi pahlawan negara (Heroes of the nation) dengan berinvestasi di SBN.

Selama ini, saya hanya tahu kalau keputusan melakukan investasi hanya akan menguntungkan keuangan saya secara pribadi. Tapi sangkaan saya salah. Ternyata jika mengikuti program investasi dari pemerintah, untungnya bisa dirasakan oleh banyak orang, khususnya bagi rakyat Indonesia.

Guys, dengan mengikuti program investasi pemerintah akan menguntungkan pemerintah terutama pada sektor anggaran penerimaan APBN. Turut bangga rasanya jika sebab investasi kita, turut membangun Indonesia. Secara luas, juga akan mendorong terwujudnya masyarakat mandiri dan sadar investasi.

"Terus dimana dong kita bisa ikut program investasi bagi negara?"

Guys, ini bisa dikatakan adalah Good News. Baru-baru ini, pemerintah telah menerbitkan Saving Bond Ritel seri SBR007. Spesialnya, investasi ini dijamin sepenuhnya oleh pemerintah. Selain itu, investasi ini mudah, terjangkau, aman, dan menguntungkan.

Keistimewaan lainnya, investasi SBR007 ini bisa dimulai dari Rp 1 juta, memiliki kupon yang mengambang dengan kupon minimal (floating with floor) dan mengacu pada BI 7 Day Reverse Repo Rate, dan fasilitas Early Redemption yang memungkinkan investor menerima sebagian pelunasan pokok SBR007 oleh Pemerintah sebelum jatuh tempo.

Selain itu, investasi ini bisa diakses secara online, melalui e-SBN. Melalui e-SBN, anda dapat melakukan pembelian SBR007 dimana saja, kapan saja secara online. Mudah bukan?

Yuk, investasi sekarang untuk memudahkan masyarakat pelosok kini dan nanti !

0 Response to "Yuk Dukung Transportasi dan Infrastruktur Nyaman Masyarakat Pelosok dengan SBN"

Post a Comment

Untuk setiap komentar, kami mengambil kebijakan memoderasi sebelum tampil. Mohon maaf atas ketidaknyaman ini sebagai upaya kami meminimalisir komentar spam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel